Saturday, March 19, 2011

:: Kekasihku ::


Subhanallah
Jika inilah rindu
Maka tekakku terlalu haus
Untuk dibasahi dengan kenikmatan
Kerana terlalu rindu padanya
KekasihMu jua

Pada pipi yang bercabang merah
Di situ mengalir mutiara yang cair
Saat termanggu dan termenung
Ada masalah mengikat belikat
Rindunya aku pada nasihat
Dari insan semulia Muhammad

Rasanya ingin sahaja aku berlari
Mendapatkan susuknya yang kekar
Peluk dengan kejap
Dan bertanya
“Ya Rasulullah..
ajarkan daku ketabahan,
ajarkan daku kesabaran,
ajarkan daku kekuatan,
ajarkan daku kehidupan,
ajarkan daku perjuangan,
ajarkan daku cara mengubat kerinduan.”

Kalau boleh
Aku ingin menjadi si Samurah
Pohon yang taat pada perintahmu
Merengek merinduimu

Kalau boleh
Aku ingin menjadi Uwais al Qarni
Hidup untuk merinduimu
Setiap saat
Hamburan debu padang pasir
Tidak mungkin mengilangkan
Rintih dan kesayuan
Degup cintanya padamu

Maka citra mengenai ingatan
Pada kisah yang membuatkan pipiku basah
Suaraku bersedu sedan

Sabda mu:
Saudaraku ialah ialah mereka yang belum pernah melihatku
tetapi mereka beriman denganku sebagai Rasul Allah dan
mereka sangat mencintaiku. Malahan kecintaan mereka kepadaku
melebihi cinta mereka kepada anak-anak dan orang tua mereka.

Dan
Dikau ditanya oleh sahabatmu lagi
Siapakah yang benar-benar beriman
Malaikat pun bukan
Sahabatpun bukan
Maka siapa yang benar-benar beriman?

Sabda mu:

Mereka ialah umatku yang hidup selepasku.
Mereka membaca Al Quran dan beriman dengan semua isinya.
Berbahagialah orang yang dapat berjumpa dan beriman denganku.
Dan tujuh kali lebih berbahagia orang yang beriman denganku
tetapi tidak pernah berjumpa denganku," jelas Rasulullah.
"Aku sungguh rindu hendak bertemu dengan mereka," ucap dirimu bernada sayu.

Demi Allah
Hari ini daku menjawab
Aku pun rindu
Ya Rasulullah
Jangan tinggalkan kami di Mahsyar nanti
Pada saat harta bumi tidak berharga
Kauthar dan kemurahanmu
Menjadi peneduh
Buat kami sekalian ummatmu..

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Aku di sini..

Aku mula mencari titik mula. Aku mencari rahmat dan belas ehsan-Nya. Aku mencari kasih-Nya yang sempurna. Dan aku merasakan hati dan jiwa mula bersatu dengan diri yang hilang tadi, mulai tenteram.